“Tak pernah kubayangkan ketika kurasakan getar ini, entah apakah itu…. Namun setelah kutahu ternyata aku jatuh cinta … “
Belum lama juga kuingat ketika pena ini menulis sebuah ungkapan hati itu, begitu indah kurasakan sebuah rasa kasih sayang, sebuah rasa cinta, rasa cinta pada ciptaanNya. Ya rasa cinta yang dapat terjadi hanya karenaNya dan hak Dia untuk memberikan rasa cinta. Cinta adalah sebuah rasa yang agung, yang indah, dan datang dari Dia, walaupun bisa jadi ia datang lewat pintu syahwat dan hawa nafsu. Terimakasih ya Allah, kau telah membuatku merasakan keindahan rasa kasih sayang itu, karena kita tidak mungkin mengenal cinta Ilahiyyah (Cinta kepada RobbNya), jika kita tidak pernah merasakan cinta kepada sesama manusia.
Mencintai itu ‘memberi’. Tanpa mengharapkan apapun. Seperti matahari yang memberikan sinarnya, atau pohon yang memberikan buah dan manfaatnya tanpa mengharapkan balasan apa-apa hingga dia menjadi layu dan mati. Seperti laut yang terus memberikan mutiara biarpun bilyunan ton sampah dibuang kemukanya setiap hari. Mencintai adalah tulus dan ikhlas melihat orang atau makhluk yang kita cintai itu selalu bahagia… ya itulah cinta, Sungguh indah ya cinta itu…. karena dengan cinta akan membuat seseorang menemukan kelembutan hati, kepekaan perasaan, ketajaman akal, dan tumbuhnya jiwa berkorban. Selama cinta itu tidak berlebih-lebihan dan sesuai takaran.
Namun jangan sampai kita menganggap bahwa cinta manusia pada ciptaanNya adalah sebuah cinta yang sempurna, tanpa cacat. Karena sesungguhnya cinta manusia pada ciptaanNya hanyalah sebuah ujian dan cobaan belaka, karena Cinta yang telah merasuki setiap benih ciptaan Tuhan merupakan ‘dewa’ dari Tuhan untuk menarik makhluk, khususnya manusia, untuk berpaling kepada-Nya. Maka hati-hatilah ketika kita mencintai ciptaanNya. Ketika itu manusia diuji oleh Nya, apakah dengan mencintai ciptaanNya dia akan tetap ingat dan cinta kepadaNya, kepada Sang Maha Pemilik Cinta, karena cinta sempurna, hanya bisa diraih dan didapatkan dari sosok yang Maha Sempurna, jangan sampai cinta itu akan menjauhkan dia dari sang Kholiq.
Seperti pepatah, Sekali meminum ‘air’ cinta itu kita akan senantiasa selalu dahaga hingga kita temukan Objek Cinta yang Abadi. Seperti pada surat Ali Imran ayat 14:
Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadapa apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah, ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
Rasa Cinta pada selainnya hanyalah kesenangan dunia saja, maka kembalilah ke sisi Allah, dan rasakan sebuah cinta dari Objek Cinta yang Abadi, dimana ketika kita mencintaiNya kita akan merasakan begitu indah dan dahsyatnya sebuah cinta. Karena dengan mencintai Dia, Sang Maha Kholiq, Hanyalah kepadaNya kita berserah diri, kita akan menyerahkan segalanya hanya kepadaNya…. Karena kita telah Ridho dan Ikhlas dengan seluruh kehendakNya, itulah cinta sejati, ya Dia pemilik seluruh Alam semesta. Pengatur yang begitu Indah, Tanpa cacat. Cinta akan terasa menjadi sangat indah, ketika cinta itu akan mendekatkan hati dan jiwa kita Kepada Sang Maha Pemilik Cinta. Menemukan sebuah Fitrah diri dalam dalam cintaNya yang hakiki.
Bayazid Bistami berkata:
“Pada mulanya, aku keliru dalam empat hal.
Aku mencoba untuk mengingat Allah,
mengetahuiNya, mencintaiNya, dan mencariNya.
Sesampainya di tujuan, aku melihat ternyata
Ia mengingatku sebelum aku mengingatNya,
pengetahuanNya tentang diriku mengalahkan pengetahuanku tentangNya,
cintaNya padaku sudah ada sebelum cintaku padaNya,
dan Ia sudah mencariku sebelum aku mencariNya”
Sungguh malu ketika cinta kepada ciptaanNya (khususnya pada manusia) justru akan menjauhkan kita dari Nya, karena Dia Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, selalu menyayangi dan mencintai makhluknya bahkan kepada seluruh alam semesta..maka berusahalah untuk mencintaiNya, karena dengan mencintaiNya pasti kita akan merasakan rasa kasih sayang dan cinta kepada sesama manusia dan alam semesta.
Dan akhirnya ketika kau merasakan sebuah rasa sayang pada pasangan sejatimu, doakan dia semoga Allah membalasnya dengan cinta-Nya yang sejati, karena engkau telah sepenuhnya ridha pada pasanganmu. Jika demikian maka ia lebih layak untuk Dia daripada untukmu. Serahkan pada-Nya. Berikan kekasihmu untuk-Nya sebagai persembahan tertinggimu kepada-Nya.
“Bagi seorang ‘hamba’ semua cinta hanya milik Nya,
dan semua rasa cinta terjadi hanya karenaNya,
dia tidak akan melihat siapa objek yang dicintainya,
dia tidak memandang apakah objek itu ”hitam” atau ”putih”,
karena cintanya bukan terpaku pada objek yang dicintai
akan tetapi sebuah cinta yang sepenuhnya karena Allah,
Dengan Menyerahkan ”diri” sepenuhnya hanya kepadaNya.
Karena dia telah sepenuhnya Ridho dengan apapun KehendakNya”
Yup! mencintai itu memberi, dan Allah Maha Pengasih! so, kata Allah teh tak kasih daaaah! walau sering kita lupa untuk mengucapkan syukur atas cintaNya yg telah Dia berikan.
Klo ngomongin cinta emang ga ada abisnya yee, soalnya manusia emang butuh yang namanya cinta, tanpa cinta gak bakalan kita bisa hidup. Apalagi tanpa cinta dari Yang Maha Mencintai. Makanya gw rada ga suka dengan ungkapan cinta itu kejam, bisa membunuh. dsb. Klo menurut gw mah ga gitu, cinta itu murni, putih, ga egois, ga mau menang sendiri, ga menuntut macem-macem. Klo ada orang bunuh diri or gila, or melakukan perbuatan jelek lain gara2 cinta, itu namanya bukan cinta, tapi nafsu. Hehehe, Udah ah panjang nih tulisan gw.
Hmm… ini blog cinta ya?
aku lihat postingan yang ada :
Mengenang Kampus tercinta IPB
Kesempurnaan Cinta
Love Is Not Always To Be Told
Aku Jatuh Cinta….
Bagaimana kalo judulnya diganti dari Just a Memory menjadi Just Love. hihihihi
@thessi
cinta itu hanya bagian kecil dari nikmatnya heheh..
smoga kita termasuk jadi orang yang bersyukur ya my sister
@egi
wah cinta dan hawa nafsu emang beda tipis, harus hati2 menyikapinya hehehe
@Zakki Dj
hahaha… blog cinta ya, kayaknya gak juga deh..
justru karena ini blog kenangan waktu kuliah, makanya gue namain just memory hahaha….
Skrang sedang belajar untuk menjadikan smua “memory” itu menjadi guru yang terbaik.. ^_^ (gaya betul ya gue)