Ya Robbi, tak terasa waktu begitu cepat, Sudah 22 tahun Kau memberi kehidupan ini, Dimensi waktu yang dinamis, berjalan pasti telah mempertemukan ku kepada dinamika kehidupan yang sangat beragam dan kompleks. Kedewasaanku membawaku dan telah membuka mata hatiku tentang dunia ini yang semakin buta dan tak berarti. Kebenaran telah dibutakan oleh hasrat, hawa nafsu, dan ambisi pada dunia, semakin lelah rasanya melihat dunia ini….. ingin ku berlari dari dunia yang fana ini…
Rindu hati ini pada sebuah keindahan, lalu hatiku bertanya-tanya, Wahai diri pernahkah kau memikirkan untuk apa dan siapa kau hidup didunia ini atau kau Tanya siapa kah dirimu??? Oh dunia, ku sadari kau hanya sebuah permainan panjang tanpa arti, permainan?? Lalu dimana akan ku temukan arti kehidupan yang sebernarnya? Keindahan dalam kehidupan? Keindahan yang terpancar dari hati yang bercahaya.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 30 dikatakan bahwa Manusia merupakan khalifah bumi. Manusia diberi akal dan pikiran, lalu dapatkah akal dan pikiran itu kita gunakan untuk mengetahui siapa dirinya dan hakekat dirinya. Sebuah pertanyaan sederhana, namun dapatkah diriku menjawabnya?? Pertanyaan tersebut dikemukakan oleh Imam Al-Ghozali dalam bukunya Kimiya’e Saadat “The Alchemy of Happiness”, Siapakah dirimu? Dari mana dirimu, dan kemana kau akan pergi? berikut kutipan lengkapnya :
“Tidak ada sesuatupun yang lebih dekat kepadamu selain dirimu sendiri, jika kau tidak memahami dirimu, bagaimana kau bisa memahami orang lain? Kau mungkin berkata, “aku memahami diriku”, tetapi kau salah!…Satu-satunya yang kau ketahui tentang dirimu hanyalah penampilan fisikmu. Satu-satunya yang kau ketahui tentang ‘nafs’mu (jiwa) adalah ketika kau lapar kau makan, ketika kau marah kau berbuat keributan. Semua binatang memiliki kesamaan dengan dirimu dalam hal ini. Kau harus mencari kebenaran di dalam dirimu… Siapa dirimu? Darimana datangnya dirimu dan kemana kau akan pergi? Apa perananmu di dunia ini? Mengapa kau diciptakan? Dimana kebahagiaan sejatimu berada? Jika kau ingin mengetahui tentang dirimu, kau harus mengetahui bahwa kau diciptakan dari dua hal. Pertama adalah tubuhmu dan penampilan luarmu (zahir) yang dapat kau lihat dengan matamu. Bagian lainnya adalah jiwamu. Jiwamu adalah bagian yang tidak bisa kau lihat tetapi bisa kau ketahui dengan pengetahuanmu yang dalam. Kebenaran akan eksistensimu ada di dalam jiwamu. Hal lainnya hanyalah pengabdi bagi jiwamu.” dikutip dari dimas tandayu’blog
Hadist Rasulullah saw : “Kenalilah dirimu sebelum kamu mengenal siapa Tuhanmu” (Imam Ali Ra). maka jika seseorang akan mengenali hakekat dirinya, maka ia pun akan mengetahui Tuhannya, ya sebuah keindahan ketika kita mengenalNya….
Subhanallah, begini untaian kata salah seorang sahabat, Melalui hati, kita mendekat kepadaNya. Melalui hati kita menuju Cahaya Agung Sang Ilahi sebagaimana yang Ia sebutkan dengan penuh Cinta dan Kasih Sayang didalam Hadis Qudsi “Aku adalah Khazanah yang terpendam. Aku rindu ingin diketahui, untuk itu Aku menciptakan mahluk”. Mari kita menggapai KhazanahNya melalui hati yang suci. Hati yang di ridhoi olehNya. InsyaAllah.
Terimakasih saudaraku, sebuah keindahan kalimat yang sungguh menggugah hatiku, semoga engkau selalu mendapat ridho dan rahmatNya. Dan semoga hati ini akan selalu berada pada keteduhan kebenaran 4W1 dan bertindak atas dasar kebijaksanaan dan sifat-sifat-Nya, dan hati selalu ternaungi oleh keindahan cintaNya. Dan Akhirnya kusadari Itulah sebuah keindahan, keindahan dibalik dunia yang fana yang ini, yaitu sebuah keindahan cinta Nya….. dengan mengenali dirinya maka akan mengenali Tuhannya.
Ingatlah diri, tetaplah menjadi seseorang yang memiliki jati diri, ya seperti ikan dilaut, walaupun hidupnya dikelilingi dengan air asin, tetapi jika dimasak tetap sedap dan enak rasanya. Ya itu lah dunia…. semanis, sekejam atau sepahit apapun dunia ini, jadilah dirimu sendiri, seseorang yang memahami jati dirinya masing-masing, ya orang yang mengenal dirinya… Karena seorang manusia bijak, tidak bergantung pada dunia dan mengikatkan dirinya pada akal pikiran dan hasrat (keinginan) juga pada nafsunya. Dunia tidak sulit baginya, karena ia bebas bergerak kemana saja yang ia kehendaki. Sebuah Kebebasan yang hakiki
. Itulah kehidupan yang indah, Ketika kau merasa bebas bersamaNya.
Wallahu A’lam bi shawab.
wah nik keren keren, kayanya ada something gitu ya yg menginspirasikan lo bikin tulisan ini, he.. he… Atau lu sedang mencari jati diri??? he.. he.. (lagi…). Tapi emang si ditengah kerumetan dunia ini, kadang kala kita perlu istirahat dulu (cieeehhhhhh…..). Ok deh nik, gw mah asik asik aja dah………
Teman ku ini ….lucu, ga kebayang klo dirimu ngomong serius, pasti ujung-ujungnya becanda.
ok deh mulai!
point 1. Wahai diri pernahkah kau memikirkan untuk, apa dan siapa
=>koma itu, berhenti sejenak, so kalo dibaca jadi “Wahai diri pernahkah kau memikirkan untuk”, gantung Bu!. Saranku koma nya dihilangkan
point 2. Dalam surat Al-Baqarah ayat 30 dijelaskan Manusia merupakan khalifah bumi.
=>kok diriku bacanya gimannnaaaa gitu. klo gini perasaanmu bacanya ginama “Manusia merupakan khalifah di bumi (Al-Baqarah:30). Soalnya klo pake “Dalam surat Al-Baqarah ayat 30 dijelaskan”, dirimu menuliskan “menjelaskan”, dalam benak orang yg baca “PENJELASAN ITU PANJANG BU”, lah kok ini cuma “Manusia merupakan khalifah di bumi”. Nah dari sini muncul lagi kerancuan, emang betul kutipannya sampe situ ooor “Manusia diberi akal dan pikiran,”. Soalnya ga semua orang hafal Bu Al-baqarah:30 ntu isinya apa aja, terus bpk Imam Al-Ghozali punya pertanyaan sederhana, dan blablabla….
ginama nik! aku capek nih!
Sekedar masukan, sebelum posting baca lagi.klo bisa berulang kali. Otreh!!!
@Egi
Oke deh gi… ha ha ha.. ya mudah2an proses perjalanan panjang dalam hidup ini adalah sebuah pencarian jawaban dan ada waktu dimana kita menemukan jawabannya.
Oke bu tetep asiiik yeee…… gw juga dah
@thessi

wah thes lo mengingatkan gw sama pak firman nie
ada aja yang salah sama penulisan gw ya bu…
iye2 ntar gw benerin dah…
Thanx ya….
btw lo cocok thes jadi editor, en gw penulisnya
ha ha ha gimana mau gak bu??
Hah pa Firman….!
Aduh aku sudah lupa tuh (heee, becanda)
Hem, jadi editor!!! Boleh juga tawaranya (^-^)
waahhhh ada si bu tesi…….. Gw ketawa dulu ahhhhhhh……. wakakaakakakakak……. Sori sori tes… eh salah sori sori nik, comment tesi itu juga mengingatkan gw pas lg nge-draft skripsi gitu… kocak banget si tesi ini, sumpe deeh , jangan marah ya tes.. he.. he.. piissssssss
Tulisan menunjukkan kepribadian penulisnya…
Peace V(^_^)
@ Thessi

(he3x dalem euy….)
Masa lupa sama pak Firman
@Egi
wkakakakak.. emang thessi tuh bener2 kocak abizzz dah…
kepolosanmu membuat hatiku terbuai huex 10x….
@abysa
tumben mampir dimari…
iye2… emang klo masalah penulisan gw ngaku deh… salah truzzzz… duh males klo inget penulisan skripsi
tapi nasehat temen gw sie : don’t judge a book by its cover
Assalamualaikum, Hai Nik mampir lagi nih, kan dikau yang menyuruh
Lah lupa ma Pa Firman ya nggak Lah ga mungkin lupa. Pan dah ts tulis (“becanda”)
Comment apaan yah bingung. Ngomentarin egiiii…., perasaan pas ts ngedit draftnya egi serius dah, kok bisa lucu yah. Tapi yang paling ts inget nih ya nik, apa-apa yang dah ts kasih tau harus diedit kagak di edit ma egiii.
Cape deeh, buat apa dia minta ts editin draftnya yah…!!!
Heee (^-^) becanda giii
bagus tulisan tentang”siapakah dirimu.”
salam kenal dari aku langitjiwa.
As salamu’alaikum mba Nanik
[Serius Mode: On]
Siapakah diriku?
Aku Nanik!
Nanik itu siapa?
Nanik itu ya saya!
Kamu yakin kalau kamu adalah Nanik?
Ya saya yakin!
Nak, dengarkan ini baik-baik. Allah Swt dalam Al-Quran (7:172) berfiman:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.”
Anakku, apakah kau masih ingat akan persaksian yang kau ucapkan dulu “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”
“KAMI MENJADI SAKSI” Suara siapa ini anakku?
Suara itu tak lain adalah jiwamu, dirimu yang sesungguhnya. Kau harus menemukannya kembali anakku, karena itulah dirimu yang sejati.”
[Serius Mode: Off]
Halo mba Nanik Salam kenal yah. Terima kasih sudah berkunjung sebelumnya
Semoga kita bisa terus saling berbagi ilmu.
@langitjiwa

lam kenal juga ya dari aku, makasih udah mampir
@dimas tandayu
Wah mas dimas mampir ke sini
Makasih ya.. mudah2an perjalanan hidup ini merupakan proses untuk mencari jawaban dan ada waktu dimana kita mendapatkan jawabannya
oke smg kita bisa berbagi ilmu terus ya…
Salam kenal
kita udah pernah ketemu belum ya? Di sebuah forum, mungkin?
Btw ralat dikit:
Haditsnya:
“Man ‘arafa nafsahu, faqad ‘arafa rabbahu.”
Siapa yang ‘arif (sepenuhnya memahami) nafs (diri sejati)-nya sendiri, sungguh akan ‘arif pula mengenai Rabb-nya.
Wass Wr Wb
@Mas Herry
wah mas herry mampir kesini
Oke mas lam kenal juga.
makasih buat ralatnya
Keep silaturahim in blog yo….
Salam Untuk semua
Benar apa yang dikatakan oleh Herry itu. Untuk kita bersama intipati hadis
“Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu” adalah :
Barangsiapa yang dapat mengenal DIRINYA maka binasalah diri yang satunya lagi.
Ingat wahai insan – TUHAN itu ghoib maka hatipun ghoib (bukan jantung). Oleh itu jika ingin melihat Tuhan haruslah dengan “MATA HATI” kerana jika melihat dengan matamu yang kelihatan adalah HANTU bukan TUHAN.
Persatukanlah Hati, Qalam dan Akal barulah dapat pada MA’RIFATULLAH.
Jagalah dan peliharalah hatimu agar senantiasa mengingati ALLAH.
Wallahu ‘Alam